TIKET 15 RIBU PERAK TERASA SANGAT MURAH UNTUK MEMBAYAR APA YANG KITA DAPAT DARI GIGS DISLAW 14TH ANNIVERSARY.

SEMANGAT kekeluargaan terpancar deras di sepanjang Dislaw 14th Anniversary yang digelar di Yon Armed IV, Cimahi, Ahad (17/7). Dislaw sebagai empunya hajat tampak berusaha keras ingin merangkul dan memberi kesempatan kepada seluruh keluarga besar punk untuk berpartipisasi dalam momen milad mereka yang ke-14. Buktinya, Dislaw masih memberi kesempatan beberapa band untuk manggung meski band tersebut tidak tertera dalam pamflet promo. Untuk yang satu ini, Dislaw patut mendapat selusin jempol.

Jujur saja, kekhawatiran gigs ini akan melelahkan sempat terbersit ketika beranjak dari rumah menuju Yon Armed. Alasannya, di pamflet tertera 45 band dijadwalkan manggung hari itu. Namun, kekhawatiran itu langsung sirna begitu sampai di gerbang Yon Armed. Dari depan saja sudah tampak jelas tanda-tanda gigs ini berlangsung meriah.

Begitu masuk venue, anjriiittt Lapangan Yon Armed sudah dipadati manusia beratribut punk melulu. Hari itu, Yon Armed seperti berubah menjadi ajang gathering keluarga besar punk kota ini. Padahal waktu baru menginjak sekitar Ashar. Artinya, beberapa jam ke depan Yon Armed bisa lebih menggelegak oleh ledakan histeria punk.

Di atas panggung, Mawar Berduri tengah menggedor penonton. Meski tampil dengan drumer cabutan karena Oyox berhalangan, Kuze dan kawan-kawan tetap tampil penuh energi.

Usai Mawar Berduri beraksi, giliran band punk klasik Indonesia menyapa penonton. Yeahhh… The Bollocks sekali lagi membuktikan mereka masih garang di atas panggung. Penonton yang kebanyakan dari generasi kedua Bandung Underground ternyata cukup hapal dengan lagu-lagu The Bollocks.

Di muka panggung, penonton ternyata sangat sadar bahwa hari itu adalah waktunya berpesta. Mereka dengan antusias menyambut setiap penampil dengan beradu badan, goyangan tubuh dan kepala. Sementara kelelahan tampak jelas terlihat di muka Ican, frontman Dislaw. Meski begitu ia tampak tetap bersemangat menjaga agar hajat tersebut tetap berjalan sesuai rencana.

Acungan dua lusin jempol layak kita layangkan buat Dislaw. Mereka tak hanya sukses menggelar hajar ulang tahun. Mereka juga telah sukses memberi bukti kepada khalayak bahwa gigs punk pun bisa berjalan tertib. Rasanya tiket seharga Rp 15 ribu terasa terlalu murah untuk santapan yang kita lahap di Yon Armed hari itu.

Sekali lagi, mari kita bersulang untuk Dislaw dan seluruh keluarga besar punk. Yups… Dislaw layak dapat bintang!



This entry was posted on Monday, February 27th, 2012 at 2:30 am.
Categories: Gigs Review.