SEPULUH JEMPOL MUNGKIN TAK CUKUP DIJADIKAN TESTIMONI JALANNYA BANDUNG BERISIK V. TAHUN DEPAN HARUS JADI TIGA HARI.

SEJAK awal, Atap Promotions sebenarnya sudah menjajaki rencana Bandung Berisik V bakal digelar selama tiga hari. “Namun, karena pertimbangan beberapa hal, kita gelar dalam satu hari saja dulu,” tutur Gio Vitano, bos Atap.

Sebagai kompensasinya, Atap mengemas Bandung Berisik V dengan konsep sangat wah. Dan, semua hal terlaksana sesuai rencana. Seluruh fasilitas yang disediakan benar-benar membuat penonton puas. Mulai dari urusan tiket sampai urusan buang air kecil, panitia sudah mengantisipasinya dengan menyediakan sarana penunjang memadai.

Urusan buang air kecil memang terkesan sepele. Tapi, di negeri ini, fasilitas itu justru bisa dijadikan gambaran bagaimana sebuah event diurus. Dan, panitia Bandung Berisik V tak menganggap urusan ini sebagai hal sepele. Dua spot toilet portable yang sempat didatangi bandung-underground.com berada dalam kondisi cukup manusiawi di sepanjang gigs. Tidak berbau yang bikin bulu kuduk merinding ketika sudah disambangi beratus-ratus manusia.

Hajat besar Bandung Berisik V bukan hanya pesta buat para metalhead. Sederet penjaja makanan pun ikut meraup rejeki. Tukang baso, tukang kupat tahu, soto madura, dan seluruh yang menyediakan makanan berat, rata-rata sudah membereskan lapak mereka ketika gigs ini menginjak maghrib. Setelah itu, sulit menemukan pedagang makanan berat. Booth resmi foodcourt yang disediakan panitia pun diantre metalhead sejak siang.

Namun, yang paling utama tentu saja apa yang tersaji di atas panggung pertunjukkan. Sejak Last Redemption tampil sebagai band pembuka sampai ditutup Burgerkill sekitar pukul 23.00 WIB, seluruh fasilitas penunjang sajian musik di atas panggung bekerja sesuai harapan.

Maka testimoni positif pun meluncur dari seluruh penampil. “Ini panggung terbesar dan terbaik yang pernah kami hajar. Baik dari segi standar kualitas maupun antusiasme pengunjung,” ungkap Idol, vokalis Critical Defacement — band asal Makassar.

“Kami juga pernah merasakan panggung besar di Rock in Solo, sepanggung dengan Dying Fetus. Tapi, untuk urusan crowd penonton, Bandung Berisik V lebih keren,” cetus Didiet dari Cranial Incisored, band asal Yogyakarta.

Pendapat serupa datang dari band tuan rumah Rosemary. “Kita sudah manggung ke mana-mana. Tapi untuk urusan kapasitas sound dan kegilaan penonton, ini yang paling edan,” tutur Indra Gatot, pentolan Rosemary.

Meski demikian, ada sedikit protes dari Arian 13. Vokalis Seringai ini menggugat habis tempat penyelenggaraan Bandung Berisik V. “Event ini berjalan luar biasa sukses. Sayang, namanya Bandung Berisik tapi diselenggarakannya di Cimahi. Untung saja pribumi cukup berbaik hati. Jika tidak, bisa-bisa Bandung Berisik berubah namanya jadi Cimahi Berisik,” ujar Arian 13.

Sebuah kegundakan yang sudah sejak awal banyak dipertanyakan. Namun, apa pun itu, Bandung Berisik V telah berjalan luar biasa sukses. Makanya tidak salah jika panitia sudah menggenggam rencana bakal menggelar Bandung Berisik selanjutnya selama tiga hari. Siiiiyaaahhhh in fucking next Bandung Berisik, Familia!



This entry was posted on Monday, February 27th, 2012 at 12:14 am.
Categories: Gigs Review.