Sponsored Links

Warkvlt, Ketika Impish Marah

Categories: Scene

JUMAT malam ketika pulang ke rumah, saya mendapat sebuah pesan dari Abah Impish. Isinya link unduhan sembilan lagu yang bakal jadi pengisi album terbaru mereka, Warkvlt. Sebenarnya badan cape dan mata sudah nagih untuk dilipat. Tapi karena penasaran, saya mengunduhnya saat itu juga. Dan begitu beres, tentu saja saya langsung menghajar kesembilan lagu tersebut. Karena setengah ngantuk, saya tidak berpikir apa pun tentang lagu-lagu itu. Saya hanya berniat menikmatinya sambil berharap bisa memperpanjang daya tahan tubuh agar tidak benar-benar terlelap di depan komputer. ... Read More

Singel Anyar Balcony Belum Cukup Membayar Rindu Kami

Categories: Scene

IBARAT rindu yang terpendam terlalu lama, bercinta sekali masih terasa kurang untuk menuntaskan rasa puas. Setelah 21 kali diputar, ternyata belum juga bosan. Itulah yang saya rasakan ketika mendengar singel terbaru Balcony, Kafir, yang baru saja dirilis pada 1 Desember 2012. Rindu yang sudah terpendam sekian lama, akhirnya sedikit terobati kala mendengar lagu tersebut. Namun, ya itu tadi, rindu itu rupanya sudah bersemayam terlalu lama dalam hati. Sehingga, singel baru saja rasanya tidak cukup untuk mengobatinya. Jujur, jika ada band yang paling saya rindukan ... Read More

Jangan Ragu Jadi Musisi Metal

Categories: Scene

TULISAN INI BUKAN MURNI OPINI SAYA. IBARAT KAMERA, OTAK DAN JARI SAYA HANYA BERTINDAK SELAKU REFLEKTOR. SEKADAR MEMANTULKAN APA YANG SAYA SIMAK DENGAN SEDIKIT MEMBERI BIAS DI SANA-SINI DARI. ILHAMNYA SENDIRI MUNCUL DARI HASIL MELOTOTIN STATUS CHE, VOKALIS CUPUMANIK. SEPERTI BIASA, JANGAN TERLALU DIMASUKAN KE HATI. WOLES SAJA. SEBAB, INI BUKAN MASALAH PENTING. DA EUWEUH DEUI URUSAN NU LEUWIH PENTING --- MEMINJAM ISTILAH KAJUL HELLPRINT --- TIBATAN LALAJO PERSIB. SAYA selalu merasa beruntung bisa mengakses beberapa referensi penting, kadang bahkan secara prodeo alias ... Read More

Kenapa Merchandise Band Lokal Mahal?

Categories: Scene

KETIKA rilisan sudah tidak bisa lagi jadi sandaran untuk sekadar menggantungan hidup band, maka berbisnis merchandise kemudian jadi pilihan. Lantas orang pun berbondong-bondong memproduksi merchandise band, sehingga bisnis ini tumbuh tak ubahnya cendawan di musim hujan. Fenomena merchandise band mengingatkan kita pada booming distro/clothing beberapa tahun silam. Tanpa disertai survey yang serius pun kita sudah bisa menyimpulkan bahwa saat ini memproduksi kaos band underground lebih menggiurkan ketimbang membuat kaos distro. Lalu tengoklah pelosok kota kembang, toko-toko yang khusus menjual merchandise band lokal sangat ... Read More

Satu Mimpi untuk Indonesia

Categories: Scene

UNTUK kedua kali Indonesia bakal ikut serta dalam Homeless World Cup, sebuah turnamen sepakbola tingkat dunia yang mempertandingan tim-tim dengan pemain terdiri dari orang-orang yang selama ini termarjinalkan seperti pengidap HIV/AIDS, anak jalanan, dan tunawiswa. Seperti tahun kemarin, pada Homeless World Cup (HWC) 2012 ini, Indonesia masih diwakili tim dari Rumah Cemara. Meski dukungan moral mengalir dari banyak pihak, persiapan mereka seperti biasa terantuk masalah dana. Maka, untuk mengatasi hal tersebut, dibuatlah program penggalangan dana dengan titel Satu Mimpi untuk Indonesia. Tim sepakbola ... Read More

The Illuminator Artworkfest 2012: Goremageddon

Categories: Scene

MAKIN pesatnya perkembangan musik metal bukan hanya ditandai dengan tingginya intensitas kemunculan band baru serta kian menggilanya kreativitas bermusik. Di sektor lain, bisnis merchandise yang berkenaan dengan musik metal juga menggeliat tak kalah pesat. Hal itu ditandai dengan semakin banyaknya vendor yang mengkhususkan diri memproduksi merchandise band-band lokal. Kecenderungan itu berimbas pula terhadap kebutuhan artwork. Sebab, artwork jadi salah satu unsur penting --- kalau tidak boleh menyebut paling penting --- dalam produksi merchandise. Tingginya permintaan terhadap artwork memicu bermunculannya para seniman gambar (artworker). Namun, ... Read More

Gilang Purnama: Bandung’s Hottest Type Foundry

Categories: Scene

TYPE FOUNDRY MASIH JADI LAHAN YANG SANGAT JARANG DIJAMAH PARA DESAINER. INILAH SOSOK DI BALIK FOND BANDUNG HARDCORE YANG FENOMENAL ITU. FAMILIA pasti sudah sangat familiar dengan font di bawah alinea ini. Sebuah jenis hurup yang dengan gagah merepresentasikan spirit pergerakan musik bawah tanah kota kembang. Tah heran bila sampai hari ini font tersebut sudah diunduh nyaris 500.000 kali. Kefenomenalan font Bandung Undeground mengundang banyak media untuk mengulasnya. Majalah prestisius PCWorld sempat mereview hurup Bandung Hardcore pada akhir 2010 lalu dengan judul A Great ... Read More

The Illuminator, Rumah Para Brutal Artworker

Categories: Scene

SADISME dan ketelanjangan adalah sesuatu yang puitis. Karena ada sebuah metafora yang coba dieksplorasi secara detail melalui tubuh dan aneka mahluk yang sengaja diciptakan. Warna darah, aneka bentuk organ tubuh, ekspresi wajah dibekukan kedalam frame dan dapat dinikmati setiap detailnya. Setiap ‘rasa’ yang terkandung di dalamnya adalah ruh yang juga menyertai setiap proses dalam menciptakan karya dan mempunyai makna yang sangat personal. Terlepas pada akhirnya apa yang mereka hasilkan menjadi bagian dari komodifikasi sebuah produk ‘seni pakai’. Makna karyanya tereduksi ke dalam ... Read More

Sejarah Bandung Underground

Categories: Scene

SALAH BESAR JIKA MENGANGGAP BANDUNG UNDERGROUND HANYA SEBUAH SCENE ATAU SUBKULTUR. IA TELAH MENJELMA JADI PENANDA JAMAN KETIKA GAIRAH BERMUSIK DIMANIFESTASIKAN KE DALAM SEMANGAT PEMBERONTAKAN TERHADAP KEMAPANAN, KEBERSAMAAN UNTUK MENGATASI KETERBATASAN, SERTA EKSISTENSI DIRI. BARUDAK Bandung selalu punya cara tersendiri untuk berinteraksi dengan jamannya. Generasi Gito Rollies dan Deddy Stanzah, misalnya, menunjukkan spirit pemberontakan mereka dengan menganut gaya hidup urakan-ugal-ugalan. Sambil, tentu saja, tidak lupa berlaku-pagu via musik. Dan rock ‘n roll dipilih menjadi rel untuk menghela gerbong gejolak jiwa mereka. Generasi Gito Rollies ... Read More

Lapak Gratis, Sejenak Lepas dari Duit

Categories: Scene

BUKANKAH MASIH ADA CARA UNTUK MEMINIMALISIR KETERGANTUNGAN KITA PADA SECARIK KERTAS DENGAN NOMINAL TERTENTU UNTUK MENDAPATKAN APA YANG KITA BUTUHKAN? DENGAN CARA MENUKARKAN APA YANG PUNYA TAPI TIDAK LAGI KITA BUTUHKAN, DENGAN APA YANG ORANG LAIN PUNYA DAN KITA BUTUHKAN… LEPAS DARI KAPITALISME, BERBAGI HIDUP TANPA UANG… ITULAH kutipan dari eksplanasi yang tertera pada flyer Lapak Gratis edisi 28 Desember 2009 yang digelar di Kampus Unpas Setiabudi. Hanya dengan membaca jargon mereka saja kita sudah bisa menerka seperti apa harakah ini. Seperti namanya, ... Read More